Portal Dunia Maya | Members area : Register | Sign in
Daftar Isi Layar Ilmu

Penjara Pikiran

Senin, 03 Maret 2014

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.
William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.
Penjara Pikiran
Ilustrasi
Tahukah Anda, bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara? Tubuhnya di penjara, tapi pikirannya tidak terpenjara. Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.Penjara itu berupa kata-kata:
“Tidak mungkin”,
“Tidak bisa”,
“Tidak mau”,
“Tidak berani”, dan tidak tidak lainnya, yang kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang.
Sang Pencipta memberikan kita potensi untuk dikembangkan, secara positif dan semaksimal mungkin. Jadi, jangan mengizinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.
"Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan".
Sumber Artikel

CATATAN KECIL

Selasa, 19 November 2013

Mereka yang memandang dengan sebelah mata dan pikiran dipenuhi tanda TANYA dipastikan pada tahun 2020 akan memandang dengan dua mata dan pikiran dipenuhi tanda SERU.

Hati kita mudah patah dan terluka, dari sanalah kita belajar untuk MENJAGA hati orang-orang yang pernah berkorban demi menghadirkan SEBUAH senyuman di hari-hari kita, mereka yang selalu hadir untuk MENGHAPUS air mata kita, semoga Tuhan selalu membuka mata hati kita untuk membalas semua kebaikan mereka meski mereka tidak pernah mengharapkannya, JANGANLAH mudah terpengaruh dengan orang-orang baru yang hadir hanya sekedar mengambil perhatian kita yang sepatutnya untuk mereka yang terlanjur kita LUPAKAN.
Ketika sedang bersama jadikan kehadiran kita menjadi penyemangat dan pribadi yang lapang untuk mau mendengar dan tidak berniat mendominasikan pembicaraan.
Gimanapun potongannya yang penting punya kita sendiri.
Kalau bicara pikir dulu tiga kali:
1. Kebenaran
2. Kebaikan dan
3. Kegunaan


Bisikan pada hati kita bahwa Tuhan selalu bersama hati yang tulus, karena itu jauhilah mereka yang ragu2.
Saya tidak menginginkan posisi yang mendatangkan banyak uang tapi memiliki jobdes yang mampu saya jalankan dan lingkungan kerja yang nyaman.

Kalian adalah angin di bawah sayap-sayap kami...


Memaafkan tidak dapat menghapus memori (jejak kesalahan) , tapi dengan memaafkan semoga ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.


PENTING/TIDAK suatu hal tergantung prioritas kita, tapi kita sering salah melngkah sehingga banyak yang salah menilai (manusiawi).


Di antara kita ada line sebagai pemisah agar kita bisa membedakan status karena jarak antara sebuah line dan ke dua individu tidak sama (berlaku selamanya).


Mereka yang ikut bergembira membungkus rasa sakit hatinya dengan senyum,
Berusaha agar canda yang sekedarnya mampu membuahkan tawa untuk mengusir rasa sakit,sadar bahwa memaafkan bukanlah mengembalikan secarik kertas yang dipenuhi coretan, apabila hal itu bisa dianalogikan maka kita harus menulis kembali dari awal SEHINGGA luka hati kemungkinan dibawa sampai akhir hayat.